Kamis, 20 Desember 2012

usaha bengkel bubut

 
Langgeng lujito, 41, coba berwiraswasta sejak umur muda. kegigihan serta kerja kerasnya membuahkan hasil. sebagai entrepreneur bengkel bubut, dia saat ini miliki beberapa ratus pelanggan di jawa timur serta ja-teng.

keadaan ekonomi yang serba susah buat langgeng lujito berkeinginan merubah nasib. dia mulai menjalani usaha membuka toko oli pada 1989. kala itu langgeng lujito tetap duduk di kelas dua sma pgri ngawi, jawa timur.

pada akhir teman-temannya tetap asyik bermain seusai pulang sekolah, langgeng justru repot mengelola usaha. makin lama usaha yang digelutinya berkembang. tetapi, persaingan usaha oli di ngawi kala itu udah terlalu ketat. sembari terus menggerakkan usaha oli, dia berpikir untuk mengembangkan usaha lain.

seusai lulus dari sma pgri ngawi, langgeng bukannya meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, akan tetapi jadi serius bertekun usaha. tekadnya udah bulat. dia pingin miliki usaha sendiri.

dia rasakan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari bertekun usaha mandiri. langgeng mulai berpikir untuk menaikkan kelas usahanya. pada 1993, berbekal tabungan dari usahanya, dia buka usaha bengkel bubut di jalur ahmad yani, kelurahan beran, kota ngawi.

letak usaha bengkel itu terlalu strategis lantaran ada di jalur utama penghubung ngawi-solo. waktu itu dia berpikir, usaha bengkel yang spesial melayani layanan bubut automotif belum ada di ngawi.

sebagai modal awal, dia beli satu mesin bubut kecil, satu mesin kolter untuk sepeda motor, serta peralatan las. modal yang dikeluarkan sekira rp20 juta. disamping itu, dia juga merekrut teknisi yang tahu berkenaan mesin mobil, sepeda motor, sekalian dapat mengoperasikan mesin bubut serta mesin kolter.

saat itu, usaha bengkelnya tetap simple serta terlalu terbatas. langgeng mengaku awalannya tidak menguasai masalah bongkar pakai mesin sepeda motor atau mobil. tetapi, tekadnya kala itu terlalu kuat, pingin bertekun usaha sembari studi.

“meski saya yang miliki bengkel, tetapi saya kala itu gak segan untuk studi bongkar pakai mesin sepeda motor atau mobil. prinsip saya, seandainya menginginkan studi, dapat dapat. kapabilitas itu dapat diasah apabila menginginkan studi, ” tuturnya.

layaknya lazimnya buka usaha baru, tahap-tahap awal selamanya menjumpai banyak halangan. belum banyak yang mengetahui usahanya. tetapi, langgeng tidak mudah menyerah. dia sehingga berpromosi serta mengupayakan mengenalkan usaha bengkel bubut automotif ke sebanyak bengkel sepeda motor serta mobil di ngawi. upayanya nyata nya sukses.

di dalam hitungan enam bln., banyak pelanggan yang mulai berdatangan ke usaha bengkel bubut punya dia. tidak cuma dari ngawi, akan tetapi juga dari madiun, bojonegoro, cepu, sragen, nganjuk, kediri, serta lebih dari satu tempat lain.

dia juga terus menambah pekerjanya dari pada awalnya cuma empat orang jadi 24 orang. tak hanya tenaga teknisi, usaha bengkel bubut punya langgeng lujito juga kerap diperlukan untuk latihan kerja untuk beberapa siswa sekolah menengah kejuruan ( smk ), terlebih jurusan perbengkelan.

smk sragen, smk geneng, smk pgri ngawi, lebih-lebih nyaris tiap-tiap th. mengantar siswa untuk studi serta memperoleh keterampilan perbengkelan di bengkel bubut langgeng tersebut.

“kalau udah dapat serta cekatan, saya persilakan mereka buka usaha bengkel sendiri. saya puas seandainya ada anak didik saya sukses buka usaha sendiri. mereka jadi mandiri serta tidak bergantung pada orang lain, ” tutur langgeng.

tetapi , menekuni usaha terlebih di bidang layanan bengkel bubut juga ada pakai surutnya. terlebih, pada 2000 ke atas, usaha bengkel yang sedia kan layanan bubut automotif mulai merebak di ngawi. langgeng lujito menyaksikan kenyataan itu sebagai perihal lumrah sejalan pesatnya perubahan automotif.

langgeng lujito terus berinovasi biar terus dapat eksis didunia usaha layanan automotif. sehabis lewat perhitungan yang cermat, pada 2005, langgeng buka toko suku cadang sepeda motor serta mobil.

untuk menambah modal, dia meminjam dana dari bank tabungan negara ( bank btn ) kantor cabang madiun sebesar rp500 juta. utang modal itu terlalu menopang usaha toko suku cadang yang juga disebut langgeng tersebut.

di dalam perjalanannya, usaha bengkel bubut automotif yang lantas dilengkapi usaha suku cadang jadi tambah berkibar. saat ini dia sedikitnya miliki 400 pelanggan jaringan bengkel yang ada di jawa timur serta jateng.

disamping itu , dia juga miliki pelanggan setia yang tersebar di ngawi serta madiun. “prinsip saya waktu menekuni usaha ini merupakan mengupayakan berikan yang paling baik pada pelanggan. seandainya ada pelanggan yang mulai tidak senang, saya dapat coba mengerti serta berikan service lebih lagi, ” tutur langgeng yang saat ini sudah dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan darwati, 39, tersebut.

kapabilitas langgeng lujito mengelola serta mengembangkan usaha makin terasah serta teruji. bisa di sebut, usaha bengkel bubut automotif serta suku cadang punya dia saat ini udah mapan. dia miliki dua mobil operasional. asetnya sudah berkembang jadi kira-kira lebih rp2 miliar. adapun omzet per bln. rata-rata beroleh rp50 juta.

tetapi , dambaan langgeng lujito tidak berhenti cuma disini. dia pingin kesuksesan yang sudah direngkuh sepanjang ini juga dapat dirasakan oleh generasi muda. ke depan langgeng lujito berkemauan buka balai latihan kerja di ngawi buat mendidik anakanak muda hingga miliki keterampilan perbengkelan serta teknisi.

dengan demikian, anak-anak muda itu kelak dapat buka lapangan kerja sendiri serta kurangi pengangguran. langgeng lujito juga miliki obsesi lain.

dia pingin membuat ngawi sebagai area tujuan wisata olahraga. dia sudah membangun gedung olahraga badminton serta punya niat membangun gedung futsal di kota ngawi. di umur saat ini ini, langgeng lujito mulai pingin berikan suatu hal pada penduduk ngawi serta memajukan tempat yang ada di ujung sangat barat jawa timur tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar